<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dhanidewi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://dhanidewi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhanidewi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jun 2008 14:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dhanidewi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dhanidewi's Weblog</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dhanidewi.wordpress.com/osd.xml" title="Dhanidewi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dhanidewi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>WANITA GAUL</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/wanita-gaul/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/wanita-gaul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008) Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=14&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itembox">
<div id="item_body" class="bodytext">
<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1255" src="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg?w=128&#038;h=31" alt="" width="128" height="31" /></a><strong> </strong>edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008)</p>
<p style="text-align:justify;">Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir di tengah masyarakat kita. Di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro, konten bernuansa pornografi sebenarnya udah tersebar banyak di media. Baik di media cetak maupun media elektronik. Oya, termasuk dalam hal ini adalah di internet yang kini lagi marak dibahas. Setelah lima tahun digodok, Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (25/3/2008). Dengan adanya UU ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum di dunia maya di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, kalo mo dijembrengin semuanya sih banyak banget, termasuk dalam kehidupan nyata kita, pornografi dan aktivitas yang dibalut porno sangat mudah dijumpai dan bahkan pelakunya sangat banyak. Nah, karena saking banyaknya dan dilakukan oleh hampir seluruh penduduk negeri, maka nggak heran dong kalo negeri ini dapetin sebutan negara porno. Gitu deh alasan kenapa nulis artikel ini dengan judul seperti di atas. Betul nggak sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang nggak setuju jangan marah, dan yang setuju juga jangan seneng dulu. Karena sebenarnya ini adalah prestasi yang buruk. Sama buruknya dengan gelar “negeri terkorup se-Asia”, misalnya. <em>So</em>, tulisan ini sekadar buat ngingetin aja, buat ngajak merenung, sekaligus nyari solusi tuntas dari masalah yang dihadapi sekarang, khususnya tentang pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mental porno!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.. jangan ngambek dan cemberut kalo baca subjudul ini. Bukan maksud nuduh atau menghakimi. Tapi emang kenyataannya demikian. Mereka yang nggak punya mental porno, ketika mengembangkan kreativitas dia akan melakukan apa pun yang bernilai manfaat dan <em>useful</em> alias berguna bagi siapa pun.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, bagi mereka yang punya mental porno–piktor gitu deh, maka kreativitasnya nggak jauh dari mentalnya itu. Bikin majalah, eh majalah bertabur pornografi. Bikin blog di internet, isinya pornografi. Ketika mengelola website, ya isinya nggak jauh dari situ. Kalo dia ngomong? Ya, pembicaraannya menjurus ke wilayah porno dan pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>, kalo udah jadi cara pandang dan kaidah berpikir, maka pelakunya akan melakukan apa yang memang menjadi pemahamannya. Gimana pun juga, tingkah laku orang itu bergantung kepada pemahamannya. Kalo memahami bahwa pornografi itu adalah seni, dan seni adalah ekspresi yang tidak boleh dikekang dan dibatasi, maka ia akan mewujudkannya dalam perbuatannya. Begitu pula kalo memahami bahwa bertaburannya konten pornografi di internet adalah bagian dari <em>freedom of speech</em> dan kebebasan berkreasi, maka dia akan mati-matian melakukannya en merasa nggak boleh ada pihak manapun-termasuk negara- yang melarang kreativitasnya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangin aja deh, kalo yang model begini jumlahnya banyak dan menguasai media informasi. Bisa bikin berabe. Mereka bukan saja melek teknologi, tapi juga melek terhadap peluang yang memungkinkan untuk melakukan kemaksiatan termasuk kejahatan. Padahal nih, gaul dengan teknologi nggak mesti error. Justru sebaliknya, gaul soal teknologi untuk memberantas kemungkaran dan menegakkan kebenaran dengan memanfaatkan teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi pornografi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yup, definisi emang penting banget, itu sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: “Tanpa definisi, kita tak akan pernah bisa sampai kepada konsep.” Karena itu, definisi, menurut filsuf Iran itu, sama pentingnya dengan silogisme (baca: logika berpikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pernyataan) yang kita buat.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, definisi yang jelas bakalan menolong kita untuk menentukan keputusan dan penilaian. Nggak ragu en nggak bingung. Nggak kayak sekarang nih, menentukan definisinya aja sesuai persepsi masing-masing orang. Karuan aja hasilnya beragam. Ada yang bilang kalo berpose telanjang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya baru dibilang pornografi, ada juga yang bilang kalo masih mengenakan busana, meski kayak kekurangan bahan (terlihat auratnya) belum masuk definisi pornografi. Malah nih, kalo sesuai budaya ketimuran, belum dianggap porno. Misalnya kalo di Jawa pake kemben atau di Papua dengan kotekanya. Waduh, makin bingung aja tuh definisi pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, paling nggak kudu buka kamus nih. Biar bisa dapetin gambaran. Seperti disebutkan dalam <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, bahwa pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; atau bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <em>Microsoft Encarta Dictionary Tools</em>, pornografi didefinisikan sebagai <em>sexually explicit material: films, magazines, writings, photographs, or other materials that are sexually explicit and intended to cause sexual arousal</em>. Tuh jelas banget kan, bahwa pornografi tuh adalah penggambaran secara tegas tentang seksual; bisa dalam film, majalah, tulisan, foto dan bahan lainnya yang bermaksud menimbulkan rangsangan seksual.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, pornografi tuh nggak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan seni. Karena sejatinya, estetika (seni) tetap harus berdampingan dengan etika.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan Islam? Sebagai Muslim, tentu kita wajib menjadikan Islam sebagai pedoman hidup kita. Terus, nggak boleh juga kita setengah-setengah dalam mengamalkan Islam. Nggak boleh juga ada pilihan lain untuk ngatur urusan kehidupan kita dengan aturan selain Islam. Jadi intinya, apa kata Islam deh. Kita wajib taat kepada ketentuan Allah dan RasulNya dan harus secara menyeluruh (<em>kaaffah</em>). Allah Swt. Befirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 208)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam  menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan: <em>“Allah Swt. telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi sistem keyakinan Islam (‘akidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Guys</em>, Islam juga udah mengatur tentang aurat. Itu sudah cukup untuk memberikan definisi tentang pornografi atau pornoaksi. Batasan aurat ini memungkinkan kita untuk bisa menentukan apakah suatu perilaku, gambar, atau gaya berpakaian seseorang termasuk memamerkan aurat atau nggak ke khalayak umum.Oya, aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya <strong>(Ahkaamul Quran al-Jashash III/318)</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo anak laki, yang termasuk wilayah auratnya adalah dari pusar ampe lutut. Itu batasan auratnya. Jadi nih, kalo ada anak cowok pake koteka dan dipamerin di depan orang banyak, jelas termasuk membuka auratnya. Itu sudah terkategori bentuk pornoaksi. Begitu pun kalo ada anak cewek pake kemben (salah satu pakaian adat Jawa), dan dipake di depan umum, maka sudah terkategori pamer aurat (itu masuk pornoaksi). Membuka aurat di depan umum dalam pandangan Islam terkategori dosa. Nah, ini jelas kan definisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, kayaknya ampir semua media massa yang ada saat ini bakalan dicap sebagai media massa penyebar pornografi kalo pake definisi Islam. Dan, seharusnya memang standar itulah yang dipake oleh setiap Muslim ketika menilai suatu fakta berupa perbuatan maupun pemikiran. Catet yo!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>‘Mengeksekusi’ pornografi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalo dibiarin aja nggak bakalan selesai-selesai. Lihat aja penanganan yang selama ini dilakukan oleh negeri ini, yang menganut ideologi Kapitalisme-Sekularisme, malah menjadikan kebebasan sebagai <em>the way of life</em>. Ideologi macam apa itu? Kok malah bikin rusak kepribadian umat manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, sebagai sebuah ideologi, Islam punya cara penyelesaian terhadap masalah ini. Tentu, jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Menurut Abdurrahman al-Maliki, “Barangsiapa yang mencetak atau menjual, atau menyimpan dengan maksud untuk dijual atau disebarluaskan, atau menawarkan benda-benda perhiasan yang dicetak atau ditulis dengan tangan, atau foto-foto serta gambar-gambar porno, atau benda-benda lain yang dapat menyebabkan kerusakan akhlak, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara sampai 6 bulan.” <strong>(<em>Sistem Sanksi dalam Islam</em>, hlm. 288-289)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oya, hukuman tersebut termasuk dalam perkara <em>ta’zir</em> alias jenis dan bentuk hukumannya diserahkan kepada <em>qadhi</em> (hakim). Kalo emang tingkat bahayanya besar banget, bisa aja <em>qadhi</em> menghukum lebih lama atau bentuk hukuman lain, misalnya dicambuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro, untuk memelihara diri dan membebaskan diri dari jeratan pornografi secara teknis, coba deh lakukan mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita: temen, keluarga. Tentu kita nggak mau kan diri dan lingkungan kita rusak karena racun pornografi. Percaya deh, pornografi nggak ada gunanya. Nggak perlu tuh ngintip-ngintip penasaran sama yang namanya pornografi. Jangan sampe kita berkoar-koar tentang pornografi tapi kalo nemu di depan mata diembat juga. <em>Naudzubillah!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kapan dan di mana pun kita menemukan media yang berbau pornografi, jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya. Jaga diri, jaga keluarga, dan teman-teman. Saling mengawasi dan mengingatkan bukan berarti ikut campur urusan orang lho, tapi kita menjaga diri dan lingkungan untuk menghindari kerusakan dan maksiat. Ok, guys?</p>
<p style="text-align:justify;">BTW, kalo nanti Islam udah diterapkan sebagai ideologi negara, mereka yang ada di pedalaman seperti di Papua dan suku dayak lainnya, nggak bakalan dijadikan sebagai obyek wisata. Nggak kayak sekarang, mereka dianggap sebagai warisan budaya bangsa. Itu dzalim, karena seharusnya pemerintah memberikan pembinaan dan mendakwahi mereka agar mau hidup lebih mulia. Tapi nyatanya, malah dipelihara agar tetap jahiliyah seperti itu. Kasihan banget kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Terus nih, nggak kayak sekarang, pemerintah hendak menerapkan pemblokiran situs-situs porno aja masih banyak yang menolak dengan alasan melanggar prinsip demokrasi itu sendiri yang memang memberikan kebebasan tanpa batas kepada siapa pun. Halah, hari <em>gene</em> masih memuja dan membela demokrasi? Padahal, sistem ini udah ketahuan lemot, bobrok, dan membahayakan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke deh, kalo nggak mau negeri ini jadi negara porno, maka mulai sekarang jauhkan demokrasi-sekulerisme-kapitalisme dan antek-anteknya dari pikiran kita. Sebaliknya, kita wajib cinta Islam, pelajari Islam, dan kampanyekan agar Islam diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Insya Allah akan berkah dan menyelamatkan seluruh umat manusia. Bukan hanya kaum muslimin. Percayalah! <strong><em>[Dhanidewi23]</em></strong></p>
</div>
<div style="clear:both;"><!-- --></div>
<div class="relatedlinks">
<div class="taglinks"><strong>Tags:</strong> <a rel="tag" href="http://dhanidewi.wordpress.com/tag/edisi%20024"><span style="color:#000000;">edisi 024</span></a></div>
<div class="prevnextlinks"><strong>Prev:</strong> <a href="http://dhanidewi.wordpress.com/journal/item/23"><span style="color:#000000;">Film &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; Itu&#8230;</span></a><br />
<strong>Next:</strong> <a href="http://dhanidewi.wordpress.com/journal/item/25"><span style="color:#000000;">Mencari &#8220;Idola Cilik&#8221; Sejati</span></a></div>
</div>
</div>
<div id="itemactions" class="itemactions">
<div class="ritemactions"><a id="24" class="replybutton reply_link" href="http://dhanidewi.wordpress.com/item/reply/gaulislam:journal:24?xurl=/journal/item/24/Jangan_Jadi_Negara_Porno">reply</a> <a class="sharebutton" href="http://dhanidewi.wordpress.com/item/share/gaulislam:journal:24?xurl=%2Fjournal%2Fitem%2F24">share</a></div>
</div>
<p> </p>
<div class="itemactionspacer"><!-- --></div>
<div id="replies">
<div id="new_replies_go_here"><!-- --></div>
</div>
<div id="itemreplyform" class="replybox replyboxodd">
<div class="mmreplylinks"><a class="areplybutton" href="http://multiply.com/user/join?replylink=1&amp;t=1212507537"><span style="color:#000000;">audio reply</span></a> <a class="vreplybutton" href="http://multiply.com/user/join?replylink=1&amp;t=1212507537"><span style="color:#000000;">video reply</span></a></div>
<p><span class="addreplylabel" style="margin:0 0 2px 2px;">Add a Comment</span><span class="error"><!-- --></span></p>
<div class="dummy">
<table id="table_reply" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="label" height="20" align="left">For:        </td>
<td class="pad6r">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr valign="top">
<td> </td>
<td>Add a comment to this blog entry, for everyone</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td> </td>
<td>Send <span>gaulislam</span> a personal message</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="label" height="20" align="left">Subject:</td>
<td class="pad6r"> </td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="pad6r" colspan="5" height="20"><span></p>
<div id="quotepartlabel" class="quotet"><img src="http://images.multiply.com/common/misc/quote-start.gif" alt="" align="left" /><strong><!-- quote text goes here --><img src="http://images.multiply.com/common/misc/quote-end.gif" alt="" align="right" /></strong><br />
 - <!-- author id goes here --></div>
<p> </p>
<p></span></td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="6"> </td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td colspan="2">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td> </td>
<td>Quote original message</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="6" align="center">   </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=14&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/wanita-gaul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/misc/quote-start.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/misc/quote-end.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN JADI NEGARA PORNO</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/jangan-jadi-negara-porno/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/jangan-jadi-negara-porno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008) Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=12&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itembox">
<div id="item_body" class="bodytext">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1255" src="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg?w=128&#038;h=31" alt="" width="128" height="31" /></a><strong> </strong>edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008)</p>
<p style="text-align:justify;">Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir di tengah masyarakat kita. Di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro, konten bernuansa pornografi sebenarnya udah tersebar banyak di media. Baik di media cetak maupun media elektronik. Oya, termasuk dalam hal ini adalah di internet yang kini lagi marak dibahas. Setelah lima tahun digodok, Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (25/3/2008). Dengan adanya UU ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum di dunia maya di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, kalo mo dijembrengin semuanya sih banyak banget, termasuk dalam kehidupan nyata kita, pornografi dan aktivitas yang dibalut porno sangat mudah dijumpai dan bahkan pelakunya sangat banyak. Nah, karena saking banyaknya dan dilakukan oleh hampir seluruh penduduk negeri, maka nggak heran dong kalo negeri ini dapetin sebutan negara porno. Gitu deh alasan kenapa nulis artikel ini dengan judul seperti di atas. Betul nggak sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang nggak setuju jangan marah, dan yang setuju juga jangan seneng dulu. Karena sebenarnya ini adalah prestasi yang buruk. Sama buruknya dengan gelar “negeri terkorup se-Asia”, misalnya. <em>So</em>, tulisan ini sekadar buat ngingetin aja, buat ngajak merenung, sekaligus nyari solusi tuntas dari masalah yang dihadapi sekarang, khususnya tentang pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mental porno!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.. jangan ngambek dan cemberut kalo baca subjudul ini. Bukan maksud nuduh atau menghakimi. Tapi emang kenyataannya demikian. Mereka yang nggak punya mental porno, ketika mengembangkan kreativitas dia akan melakukan apa pun yang bernilai manfaat dan <em>useful</em> alias berguna bagi siapa pun.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, bagi mereka yang punya mental porno–piktor gitu deh, maka kreativitasnya nggak jauh dari mentalnya itu. Bikin majalah, eh majalah bertabur pornografi. Bikin blog di internet, isinya pornografi. Ketika mengelola website, ya isinya nggak jauh dari situ. Kalo dia ngomong? Ya, pembicaraannya menjurus ke wilayah porno dan pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>, kalo udah jadi cara pandang dan kaidah berpikir, maka pelakunya akan melakukan apa yang memang menjadi pemahamannya. Gimana pun juga, tingkah laku orang itu bergantung kepada pemahamannya. Kalo memahami bahwa pornografi itu adalah seni, dan seni adalah ekspresi yang tidak boleh dikekang dan dibatasi, maka ia akan mewujudkannya dalam perbuatannya. Begitu pula kalo memahami bahwa bertaburannya konten pornografi di internet adalah bagian dari <em>freedom of speech</em> dan kebebasan berkreasi, maka dia akan mati-matian melakukannya en merasa nggak boleh ada pihak manapun-termasuk negara- yang melarang kreativitasnya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangin aja deh, kalo yang model begini jumlahnya banyak dan menguasai media informasi. Bisa bikin berabe. Mereka bukan saja melek teknologi, tapi juga melek terhadap peluang yang memungkinkan untuk melakukan kemaksiatan termasuk kejahatan. Padahal nih, gaul dengan teknologi nggak mesti error. Justru sebaliknya, gaul soal teknologi untuk memberantas kemungkaran dan menegakkan kebenaran dengan memanfaatkan teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi pornografi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yup, definisi emang penting banget, itu sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: “Tanpa definisi, kita tak akan pernah bisa sampai kepada konsep.” Karena itu, definisi, menurut filsuf Iran itu, sama pentingnya dengan silogisme (baca: logika berpikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pernyataan) yang kita buat.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, definisi yang jelas bakalan menolong kita untuk menentukan keputusan dan penilaian. Nggak ragu en nggak bingung. Nggak kayak sekarang nih, menentukan definisinya aja sesuai persepsi masing-masing orang. Karuan aja hasilnya beragam. Ada yang bilang kalo berpose telanjang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya baru dibilang pornografi, ada juga yang bilang kalo masih mengenakan busana, meski kayak kekurangan bahan (terlihat auratnya) belum masuk definisi pornografi. Malah nih, kalo sesuai budaya ketimuran, belum dianggap porno. Misalnya kalo di Jawa pake kemben atau di Papua dengan kotekanya. Waduh, makin bingung aja tuh definisi pornografi.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, paling nggak kudu buka kamus nih. Biar bisa dapetin gambaran. Seperti disebutkan dalam <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, bahwa pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; atau bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <em>Microsoft Encarta Dictionary Tools</em>, pornografi didefinisikan sebagai <em>sexually explicit material: films, magazines, writings, photographs, or other materials that are sexually explicit and intended to cause sexual arousal</em>. Tuh jelas banget kan, bahwa pornografi tuh adalah penggambaran secara tegas tentang seksual; bisa dalam film, majalah, tulisan, foto dan bahan lainnya yang bermaksud menimbulkan rangsangan seksual.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, pornografi tuh nggak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan seni. Karena sejatinya, estetika (seni) tetap harus berdampingan dengan etika.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan Islam? Sebagai Muslim, tentu kita wajib menjadikan Islam sebagai pedoman hidup kita. Terus, nggak boleh juga kita setengah-setengah dalam mengamalkan Islam. Nggak boleh juga ada pilihan lain untuk ngatur urusan kehidupan kita dengan aturan selain Islam. Jadi intinya, apa kata Islam deh. Kita wajib taat kepada ketentuan Allah dan RasulNya dan harus secara menyeluruh (<em>kaaffah</em>). Allah Swt. Befirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 208)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam  menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan: <em>“Allah Swt. telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi sistem keyakinan Islam (‘akidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Guys</em>, Islam juga udah mengatur tentang aurat. Itu sudah cukup untuk memberikan definisi tentang pornografi atau pornoaksi. Batasan aurat ini memungkinkan kita untuk bisa menentukan apakah suatu perilaku, gambar, atau gaya berpakaian seseorang termasuk memamerkan aurat atau nggak ke khalayak umum.Oya, aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya <strong>(Ahkaamul Quran al-Jashash III/318)</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo anak laki, yang termasuk wilayah auratnya adalah dari pusar ampe lutut. Itu batasan auratnya. Jadi nih, kalo ada anak cowok pake koteka dan dipamerin di depan orang banyak, jelas termasuk membuka auratnya. Itu sudah terkategori bentuk pornoaksi. Begitu pun kalo ada anak cewek pake kemben (salah satu pakaian adat Jawa), dan dipake di depan umum, maka sudah terkategori pamer aurat (itu masuk pornoaksi). Membuka aurat di depan umum dalam pandangan Islam terkategori dosa. Nah, ini jelas kan definisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, kayaknya ampir semua media massa yang ada saat ini bakalan dicap sebagai media massa penyebar pornografi kalo pake definisi Islam. Dan, seharusnya memang standar itulah yang dipake oleh setiap Muslim ketika menilai suatu fakta berupa perbuatan maupun pemikiran. Catet yo!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>‘Mengeksekusi’ pornografi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalo dibiarin aja nggak bakalan selesai-selesai. Lihat aja penanganan yang selama ini dilakukan oleh negeri ini, yang menganut ideologi Kapitalisme-Sekularisme, malah menjadikan kebebasan sebagai <em>the way of life</em>. Ideologi macam apa itu? Kok malah bikin rusak kepribadian umat manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, sebagai sebuah ideologi, Islam punya cara penyelesaian terhadap masalah ini. Tentu, jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Menurut Abdurrahman al-Maliki, “Barangsiapa yang mencetak atau menjual, atau menyimpan dengan maksud untuk dijual atau disebarluaskan, atau menawarkan benda-benda perhiasan yang dicetak atau ditulis dengan tangan, atau foto-foto serta gambar-gambar porno, atau benda-benda lain yang dapat menyebabkan kerusakan akhlak, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara sampai 6 bulan.” <strong>(<em>Sistem Sanksi dalam Islam</em>, hlm. 288-289)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oya, hukuman tersebut termasuk dalam perkara <em>ta’zir</em> alias jenis dan bentuk hukumannya diserahkan kepada <em>qadhi</em> (hakim). Kalo emang tingkat bahayanya besar banget, bisa aja <em>qadhi</em> menghukum lebih lama atau bentuk hukuman lain, misalnya dicambuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro, untuk memelihara diri dan membebaskan diri dari jeratan pornografi secara teknis, coba deh lakukan mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita: temen, keluarga. Tentu kita nggak mau kan diri dan lingkungan kita rusak karena racun pornografi. Percaya deh, pornografi nggak ada gunanya. Nggak perlu tuh ngintip-ngintip penasaran sama yang namanya pornografi. Jangan sampe kita berkoar-koar tentang pornografi tapi kalo nemu di depan mata diembat juga. <em>Naudzubillah!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kapan dan di mana pun kita menemukan media yang berbau pornografi, jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya. Jaga diri, jaga keluarga, dan teman-teman. Saling mengawasi dan mengingatkan bukan berarti ikut campur urusan orang lho, tapi kita menjaga diri dan lingkungan untuk menghindari kerusakan dan maksiat. Ok, guys?</p>
<p style="text-align:justify;">BTW, kalo nanti Islam udah diterapkan sebagai ideologi negara, mereka yang ada di pedalaman seperti di Papua dan suku dayak lainnya, nggak bakalan dijadikan sebagai obyek wisata. Nggak kayak sekarang, mereka dianggap sebagai warisan budaya bangsa. Itu dzalim, karena seharusnya pemerintah memberikan pembinaan dan mendakwahi mereka agar mau hidup lebih mulia. Tapi nyatanya, malah dipelihara agar tetap jahiliyah seperti itu. Kasihan banget kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Terus nih, nggak kayak sekarang, pemerintah hendak menerapkan pemblokiran situs-situs porno aja masih banyak yang menolak dengan alasan melanggar prinsip demokrasi itu sendiri yang memang memberikan kebebasan tanpa batas kepada siapa pun. Halah, hari <em>gene</em> masih memuja dan membela demokrasi? Padahal, sistem ini udah ketahuan lemot, bobrok, dan membahayakan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke deh, kalo nggak mau negeri ini jadi negara porno, maka mulai sekarang jauhkan demokrasi-sekulerisme-kapitalisme dan antek-anteknya dari pikiran kita. Sebaliknya, kita wajib cinta Islam, pelajari Islam, dan kampanyekan agar Islam diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Insya Allah akan berkah dan menyelamatkan seluruh umat manusia. Bukan hanya kaum muslimin. Percayalah! <strong><em>[Dhanidewi23]</em></strong></p>
</div>
<div style="clear:both;"><!-- --></div>
<div class="relatedlinks">
<div class="taglinks"><strong>Tags:</strong> <a rel="tag" href="http://dhanidewi.wordpress.com/tag/edisi%20024"><span style="color:#000000;">edisi 024</span></a></div>
<div class="prevnextlinks"><strong>Prev:</strong> <a href="http://dhanidewi.wordpress.com/journal/item/23"><span style="color:#000000;">Film &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; Itu&#8230;</span></a><br />
<strong>Next:</strong> <a href="http://dhanidewi.wordpress.com/journal/item/25"><span style="color:#000000;">Mencari &#8220;Idola Cilik&#8221; Sejati</span></a></div>
</div>
</div>
<div id="itemactions" class="itemactions">
<div class="ritemactions"><a id="24" class="replybutton reply_link" href="http://dhanidewi.wordpress.com/item/reply/gaulislam:journal:24?xurl=/journal/item/24/Jangan_Jadi_Negara_Porno">reply</a> <a class="sharebutton" href="http://dhanidewi.wordpress.com/item/share/gaulislam:journal:24?xurl=%2Fjournal%2Fitem%2F24">share</a></div>
</div>
<p> </p>
<div class="itemactionspacer"><!-- --></div>
<div id="replies">
<div id="new_replies_go_here"><!-- --></div>
</div>
<div id="itemreplyform" class="replybox replyboxodd">
<div class="mmreplylinks"><a class="areplybutton" href="http://multiply.com/user/join?replylink=1&amp;t=1212507537"><span style="color:#000000;">audio reply</span></a> <a class="vreplybutton" href="http://multiply.com/user/join?replylink=1&amp;t=1212507537"><span style="color:#000000;">video reply</span></a></div>
<p><span class="addreplylabel" style="margin:0 0 2px 2px;">Add a Comment</span><span class="error"><!-- --></span></p>
<div class="dummy">
<table id="table_reply" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="label" height="20" align="left">For:        </td>
<td class="pad6r">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr valign="top">
<td> </td>
<td>Add a comment to this blog entry, for everyone</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td> </td>
<td>Send <span>gaulislam</span> a personal message</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="label" height="20" align="left">Subject:</td>
<td class="pad6r"> </td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td class="pad6r" colspan="5" height="20"><span></p>
<div id="quotepartlabel" class="quotet"><img src="http://images.multiply.com/common/misc/quote-start.gif" alt="" align="left" /><strong><!-- quote text goes here --><img src="http://images.multiply.com/common/misc/quote-end.gif" alt="" align="right" /></strong><br />
 - <!-- author id goes here --></div>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="6"> </td>
</tr>
<tr style="display:none;" align="left">
<td align="right"> </td>
<td colspan="2">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td> </td>
<td>Quote original message</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="6" align="center">   </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=12&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/jangan-jadi-negara-porno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-32.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/misc/quote-start.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/misc/quote-end.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KESEHATAN ASLI INDONESIA</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/kesehatan-asli-indonesia/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/kesehatan-asli-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kanker Payudara Pembunuh Para Wanita Karir   Kanker payudara merupakan pembunuh nomor dua bagi kaum wanita di Indonesia setelah kanker rahim. Umumnya kaum wanita usia produktiflah yang banyak terkena. Memang masih banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa kanker dapat ditangani dan dirawat hingga sembuh. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran untuk memeriksakan diri dan mencari bantuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=8&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title" style="text-align:center;">Kanker Payudara Pembunuh Para Wanita Karir</h3>
<p class="post-title" style="text-align:center;"> </p>
<div class="post-body" style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Kanker payudara merupakan pembunuh nomor dua bagi kaum wanita di Indonesia setelah kanker rahim. Umumnya kaum wanita usia produktiflah yang banyak terkena.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang masih banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa kanker dapat ditangani dan dirawat hingga sembuh. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran untuk memeriksakan diri dan mencari bantuan medis sejak dini.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap wanita sebenarnya dapat melakukan pemeriksaan sendiri dan bila mereka mendapatkan adanya benjolan di payudaranya, maka mereka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk langkah-langkah selanjutnya berdasarkan standar WHO.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut ketetapan WHO, wanita berusia antara 20-40 tahun perlu memeriksakan dirinya dengan alat mammografi setidaknya satu kali. Jika usianya 40-50 tahun, sebaiknya memeriksakan diri dua tahun sekali. Jika diatas usia itu, memeriksanya sebaiknya setiap tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Mammografi merupakan radiologi pada payudara dengan perangkat pendeteksi yang dapat berbasis x-ray. Pemeriksaan ini kadang bersamaan dengan pemeriksaan berbasis ultra sound, atau yang tercanggih dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging).</p>
<p style="text-align:justify;">Pemeriksaan ini dilakukan setelah pemeriksaan oleh dokter untuk adanya benjolan, perubahan bentuk payudara, warna cairan dari puting susu, perubahan kulit, benjolan di ketiak dan rasa nyeri. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran tentang kelenjar payudara dan bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan patologi yaitu pengambilan jaringan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sudah terdeteksi, penanganan akan ditentukan oleh stadium penyebaran kanker. Dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam penanganan dan perawatan pasien kanker payudara.</p>
<h3 class="post-title" style="text-align:justify;">Khasiat Buah Jamblang</h3>
<p class="post-body" style="text-align:justify;"> </p>
<div class="post-body" style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_jS8Zm5ae7mE/R7VNPNY4zxI/AAAAAAAAADI/c_u5ghQm5Sc/s1600-h/jamblang.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp3.blogger.com/_jS8Zm5ae7mE/R7VNPNY4zxI/AAAAAAAAADI/c_u5ghQm5Sc/s320/jamblang.jpg" border="0" alt="Buah Jamblang" /></a>Jamblang tergolong tumbuhan buah-buahan yang berasal dari Asia dan Australis tropic. Biasa ditanam di pekarangan atau tumbuhan liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.</div>
<p style="text-align:justify;">Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhan bengkok dan bercabang banyak. Daun tunggal , tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. helai daun lebar berbentuk baji, tetapi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 7-16 cm, lebar -9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjatuhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih buah hijau, setelah masak warnanya merah putih. Berakar tunggang, bercabang – cabang, berwarna cokelat muda.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya buah jamblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam sepat, kulit kayu bisa digunakan sebagai pewarna.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Sifat dan Khasiat Buah Jamblang</span><br />
Daging buah rasanya asam manis, sifatnya sejuk, astrigen kuat, berbau aromatic. Berkasiat melumas organ paru, menghentikan batuk, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, dan menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Kulit kayu berkasiat untuk peluruh haid.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kandungan Kimia</span><br />
Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin), alkaloid (jambosine), asam organic, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Bagian yang Digunakan</span><br />
Bagian tanama yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, daging buah dan bijinya. Daging buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan. Jika daging buah dimakan, akan menyebabkan rongga mulut dan lidah berwarna ungu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Indikasi</span><br />
Daging buah digunakan untuk pengobatan :</p>
<div class="post-body" style="text-align:justify;">
<ul>
<li>Kencing manis (diabetes mellitus),</li>
<li>Batuk kronis, sesak napas (asma),</li>
<li>Batuk rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada,</li>
<li>Nyeri lambung dan diare.</li>
</ul>
</div>
<p style="text-align:justify;">Biji digunakan untuk pengobatan :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kencing manis (diabetes mellitus),</li>
<li>Diare, disentri,</li>
<li>Gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambug, keram perut,</li>
<li>Keracunan strychnine (penawar racun yang tidak spesifik), dan</li>
<li>Pembesaran limpa.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kulit Kayu digunakan untuk pengobatan :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kencing Manis (diabeter mellitus)</li>
<li>Diare</li>
<li>Sariawan</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Cara Pemakaian</span><br />
Daging buah bisa dimakan secukupnya sebagai buah meja.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Efek Samping</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Hasil penelitian menunjukan biji, daun, dan kulit kayu jamblang mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa darah (efek hipoglikemik) pada penderita diabetes mellitus tipe II.</li>
<li>Penelitian di India mendapat hasil bahwa buah jamblang potensial sebagai obat kontrasepsi pada pria</li>
<li>Pada percobaan binatang, jamblang dapat mencegah timbul katarak akibat diabetes.</li>
<li>Jamblang juga menurunkan risiko timbulnya atherosclerosis sampai 60-90% pada penderita diabetes. Hal ini terjadi karena kandungan oleanolic acid pada jamblang dapat menekan peran radikal bebas dalam pembentukan atherosclerosis.</li>
</ul>
<div style="text-align:justify;"><span class="selengkapnya"><span style="font-weight:bold;">Contoh Pemakaian</span></span></div>
<p style="text-align:justify;">
<div></div>
<p><span class="selengkapnya"></p>
<ul>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Batuk Kronis, asma</span><br />
- Cuci buah jamblang segar (15 g) sampai bersih, buah bijinya, lalu makan. Lakukan tiga kali sehari<br />
- Sediakan buah jamblang kering (15g). masukkan ke dalam mengkuk, tambahkan air sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya dan makan buahnya sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.</li>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Batuk Rejang</span><br />
Siapkan buah jamblang kering (15g), empedu ayam betina (1 buah), dan gula pasir secukupnya. Masukkan ke dalam air sampai seluruh bagian terendam, lalu tim sampai matang. Minum airnya dan makan isinya. Lakukan sekali sehari sampai sembuh.</li>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Batuk pada TB Paru disertai nyeri dada</span><br />
Siapkan buah jamblang segar (30g, jika dipakai buah kering gunakan sebanyak 15g) dan daun sembung segar (Blumea balsamifera) (25 g). Cuci semua bahan, lalu potong-potong daun sembung seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula pasir (15g) dan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya. Makan buahnya, tetapi bijinya dibuang. Setiap malam sebelum tidur</li>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Diare pada anak</span><br />
Siapkan buah jamblang segar yang belum matang dan beras yang sudah digongseng sampai kuning (masing-masing 6g). masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, makan sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.</li>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Nyeri Lambung</span><br />
Gongseng buah jamblang kering tanpa biji (30g) sampai berbau harum. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, makan seluruhnya. Lakukan tiga kali sehati, selama 10 hari.</li>
<li><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Sariawan</span><br />
Rebus kulit kayu atau daun secukupnya. Setelah dingin, gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali dalam sehari</li>
</ul>
<p><span style="font-size:85%;"><span style="font-style:italic;">Sumber : Ensiklopedi Tanaman Obat Indonesia</span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<div class="post-body" style="text-align:justify;"><span class="selengkapnya"></span></div>
<h3 class="post-title" style="text-align:justify;">Mitos dan Fakta Diet</h3>
<div class="post-body" style="text-align:justify;">
<p> </p>
<p><span style="font-weight:bold;">Seringkali, pengertian yang salah membuat kegagalan dalam bertindak, termasuk dalam ber-diet. </span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Air es kikis lemak? </span><br />
Dulu, pernah diyakini bahwa jika sesorang minum air dingin selama makan, maka tubuh akan mengeluarkan ekstrak energi untuk menghangatkan air itu dalam tubuh sehingga membantu membuat energi berlebih dari tubuh. Namun, kini diketahui bahwa itu tak sepenuhnya benar. Energi yang dikeluarkan tidak benar-benar signifikan sehingga bisa membantu tubuh menjadi kurus. Namun, air dapat membantu &#8216;membuang&#8217; energi dengan membuang garam berlebih dari tubuh. Artinya tubuh juga tidak menahan banyak air di dalam. Ini bisa dicapai dengan minum air delapan gelas setiap hari.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Makan malam bikin gemuk? </span><br />
Sebenarnya tidak ada aturan mengenai &#8216;waktu terbaik untuk makan&#8217;. Yang paling banyak menentukan terjadinya kegemukan yaitu gaya hidup dan jenis makanan Anda. Jadi, ini bukan perkara waktu makan Anda terlalu larut malam tetapi apa saja jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang termasuk kategori &#8216;amat sangat&#8217; berkolesterol. Apabila makanan sehari-hari tinggi lemak dan kalri (melebihi kebutuhan), maka kelebihan kalori ini akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak.</p>
<p>Menjelang senja, proses metabolisme dan fungsi tubuh (termasuk proses pencernaan makanan) secara alamiah berlangsung lebih lambat sebagai persiapan untuk tidur. Jika Anda tidur setelah mengonsumsi makanan &#8216;berat&#8217;, makan makanan ini tidak bisa dicerna dengan baik dan kalori yang dihasilkan tidak akan terpakai. Apabila Anda memang harus makan sesuatu sebelum tidur, pilihlah camilan rendah lemak, misalnya biskuit crackers dengan secangkir air hangat, atau semangkuk kecil sereal dengan sedikit susu rendah lemak.</p>
<p>Tetapi bagi mereka yang ahrus bergadang karena tugas (misalnya: dokter jaga, kerja lembur), kebiasaan makan pada larut malam adakalanya bermanfaat. Mengapa? Pada malam hari mereka tetap aktif, sehingga kalori dari makanan dapat terpakai dengan baik.</p>
<div><span class="selengkapnya"><span style="font-weight:bold;">Proses metabolsime pria lebih cepat? </span><br />
Proses metabolisme memang lebih banyak terjadi pada pria. Ini disebabkan umumnya pria punya lebih banyak otot dibanding wanita, padahal ototlah pengguna energi terbesar dalam tubuh. Semakin banyak jumlah otot dalam tubuh semakin banyak kalori yang dibakar. Jika wanita ingin lebih banyak membakar lemak dengan berolahraga, sebaiknya pilih olahraga yang dapat membentuk otot.</span></div>
<div><span class="selengkapnya"><span style="font-weight:bold;">Bagaimana umur mempengaruhi metabolisme? </span><br />
Umur jelas mempengaruhi metabolisme. Alasan pertama, jumlah otot dalam tubuh akan berkurang dengan bertambahnya umur. Karena itu, walaupun Anda berumur 40 atau 50 tahun, sebaiknya Anda tetap melakukan aktivitas yang membangun otot sehingga pengurangan jumlah otot dalam tubuh akan diperlambat.</span></div>
<div><span class="selengkapnya"><span style="font-weight:bold;">Tiroid vs metabolisme </span><br />
Terkadang gangguan metabolisme berkaitan dengan adanya gangguan fungsi tiroid, yang sering tak terdiagnosis karena gejalanya yang tak kentara. Kapan Anda haru mencurigai, kemungkinan tiroid Anda bermasalah. Selain terus bertambah gemuk, Anda juga merasa geala berikut: fatigue, lemah otot, tangan sering terasa dingin dan sudah berlangsung cukup lama, refleks melambat, kulit pucat dan kering, kuku yang bergerigi, periode menstruasi yang berat, dan suara serak. Terkadang muncul juga reaksi seperti banyak hal, perubahan mood yang cepat, dan super sensitif, mirip gejala depresi. Saat ini, sebaiknya Anda periksa ke dokter.</span></div>
<p><span class="selengkapnya"><span style="font-weight:bold;">Kopi &#8216;sahabat&#8217; ber-diet </span><br />
Kafein akan menstimulus pengeluaran lemak, sehingga otot akan membakar lemak. Karena itu, banyak atlit cabang olahraga yang membutuhkan endurance atau ketahanan stamina, mengonsumsi kafein sebelum bertanding. Dengan cara itu lemak akan terbakar dan menyediakan energi untuk endurance.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja, jika Anda minum kopi untuk menurunkan berat badan, Anda harus pertimbangkan juga gula yang ikut masuk dalam tubuh bersama secangkir kopi kesukaan Anda itu. Juga, jika Anda meneguk lebih dari dua gelas kopi sehari maka efek itu tak akan terjadi yang tinggal hanya tremor dan sakit kepala!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;">Sumber : Majalah HealthToday</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="blogger-labels">Labels: <a rel="tag" href="http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/Diet%20dan%20Kesehatan"><span style="color:#ffffff;">Diet dan Kesehatan</span></a>, <a rel="tag" href="http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/Health%20today"><span style="color:#ffffff;">Health today</span></a>, <a rel="tag" href="http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/Tips%20Diet%20Sehat"><span style="color:#ffffff;">Tips Diet Sehat</span></a>, <a rel="tag" href="http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/tips%20sehat"><span style="color:#ffffff;">tips sehat</span></a>, <a rel="tag" href="http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/Weght%20Loss"><span style="color:#ffffff;">Weght Loss</span></a></p>
</div>
<p style="text-align:justify;"> </p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=8&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/kesehatan-asli-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_jS8Zm5ae7mE/R7VNPNY4zxI/AAAAAAAAADI/c_u5ghQm5Sc/s320/jamblang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buah Jamblang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/filsafat-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/filsafat-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM A. Pendahuluan Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan hal tersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda, tentang sejarah, arti kehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah, keindahan atau kejelekan dan sebagainya. 1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=11&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">A. Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan hal tersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda, tentang sejarah, arti kehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah, keindahan atau kejelekan dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam<span> </span>yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi tersebut menunjukkan arti sebagai informal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">2) Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan yang sikap yang sangat kita junjung tinggi. Ini adalah arti yang formal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">3)<span> </span>Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">4)<span> </span>Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">5)<span> </span>Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsumg yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dari beberapa definisi tadi bahwasanya semua jawaban yang ada difilsafat tadi hanyalah buah pemikiran dari ahli filsafat saja secara rasio.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Banyak orang termenung pada suatu waktu. Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu, dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok. Apakah kehidupan itu, dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karena mekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Semua soal tadi adalah falsafi, usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentang asumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana filsafat itu menjawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">B. Pengertian Filsafat pendidikan Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata <em>Philo</em> yang berarti cinta, dan kata <em>Sophos </em>yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab <em>falsafah,</em> yang berasal dari bahasa Yunani, <em>Philosophia: philos</em> berarti cinta, suka (<em>loving),</em> dan <em>sophia </em>yang berarti pengetahuan, hikmah (<em>wisdom</em>). Jadi,<em> Philosophia</em> berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran atau lazimnya disebut <em>Pholosopher </em>yang dalam bahasa Arab disebut <em>failasuf.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sementara itu, A. Hanafi, M.A. mengatakan bahwa pengertian <em>filsafat </em>telah mengalami perubahan-perubahan sepanjang masanya. Pitagoras (481-411 SM), yang dikenal sebagai orang yang pertama yang menggunakan perkataan tersebut. Dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa pengertian fisafat dar segi kebahsan atau semantik adalah cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan. Dengan demikian filsafat adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menempatkan pengetahuan atau kebikasanaan sebagai sasaran utamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Filsafat juga memilki pengertian dari segi istilah atau kesepakatan yang lazim digunakan oleh para ahli, atau pengertian dari segi praktis. Selanjutnya bagaimanakah pandangan para ahli mengenai pendidikan dalam arti yang lazim digunakan dalam praktek pendidikan.Dalam hubungan ini dijumpai berbagai rumusan yang berbeda-beda. Ahmad D. Marimba, misalnya mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si &#8211; terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Berdasarkan rumusannya ini, Marimba menyebutkan ada lima unsur utama dalam pendidikan, yaitu 1) Usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan, pimpinan atau pertolongan yang dilakukan secara sadar. 2) Ada pendidik, pembimbing atau penolong. 3) Ada yang di didik atau si terdidik. 4) Adanya dasar dan tujuan dalam bimbingan tersebut, dan. 5) Dalam usaha tentu ada alat-alat yang dipergunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sebagai suatu agama, Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Tuhan sebelumnya. Sebagai agama yang paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah. Sebagai sumber ajaran, al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Demikian pula dengan al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup ( <em>long life education ).</em> Dari uraian diatas, terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al- Qur’an dan al Hadist sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. Langkah yang ditempuh al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan, serta dari ketertindasan menjadi merdeka, dan seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong></strong><span style="font-size:15pt;font-family:HQPB2;">Dasar pelaksanaan Pendidikan Islam terutama adalah al Qur’an dan al Hadist Firman Allah :</span><span style="font-size:15pt;font-family:'Simplified Arabic';"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;"><span>“ Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al Qur’an itu cahaya yang kami kehendaki<span> </span>diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benarbenar memberi petunjuk kepada jalan yang benar ( QS. Asy-Syura : 52 )”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dan Hadis dari Nabi SAW :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;"><span>“ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (al Ghazali, Ihya Ulumuddin hal. 90)”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;"><span>1. Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup<span> </span>yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridloi Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;"><span>2.<span> </span>Menurut Hadist Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">3.<span> </span>Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajaran Islam bersifat universal yang kandungannya sudah tercakup seluruh aspek kehidupan ini. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama, dengan sebaik-baiknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan, karenanya jika corak penghidupan itu berubah, berubah pulalah corak pendidikannya, agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu. Pendidikan itu memang suatu usaha yang sangat sulit dan rumit, dan memakan waktu yang cukup banyak dan lama, terutama sekali dimasa modern dewasa ini. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari<span> </span>para ahli pendidik dan juga ahli dari filsafat, guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi para guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada para peserta didik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kalau teori pendidikan hanyalah semata-mata teknologi, dia harus meneliti asumsi-asumsi utama tentang sifat manusia dan masyarakat yang menjadi landasan praktek pendidikan yang melaksanakan studi seperti itu sampai batas tersebut bersifat dan mengandung unsur filsafat. Memang ada resiko yang mungkin timbul dari setiap dua tendensi itu, teknologi mungkin terjerumus, tanpa dipikirkan buat memperoleh beberapa hasil konkrit yang telah dipertimbangkan sebelumnya didalam sistem pendidikan, hanya untuk membuktikan bahwa mereka dapat menyempurnakan suatu hasil dengan sukses, yang ada pada hakikatnya belum dipertimbangkan dengan hati-hati sebelumnya. Sedangkan para ahli filsafat pendidikan, sebaiknya mungkin tersesat dalam abstraksi<span> </span>yang tinggi yang penuh dengan debat tiada berkeputusan,akan tetapi tanpa adanya gagasan jelas buat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ideal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tidak ada satupun dari permasalahan kita mendesak dapat dipecahkan dengan cepat atau dengan mengulang-ulang dengan gigih kata-kata yang hampa. Tidak dapat dihindari, bahwa orang-orang yang memperdapatkan masalah ini, apabila mereka terus berpikir,yang lebih baik daripada mengadakan reaksi, mereka tentu akan menyadari bahwa mereka itu telah membicarakan masalah yang sangat mendasar. Sebagai ajaran (doktrin) Islam mengandung sistem nilai diatas mana proses pendidikan Islam berlangsung dan dikembangkan secara konsisten menuju tujuannya. Sejalan dengan pemikiran ilmiah dan filosofis dari pemikir-pemikir sesepuh muslim, maka sistem nilai-nilai itu kemudian dijadikan dasar bangunan (struktur) pendidikan islam yang memiliki daya lentur normatif menurut kebutuhan dan kemajuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajarannya yaitu Al Quran dan Hadist, meliputi empat pengembangan fungsi manusia :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span>1)<span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyadarkan secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah-tengah makhluk lain serta tanggung jawab dalam kehidupannya.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span>2)<span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyadarkan fungsi manusia dalam hubungannya dengan masyarakat, serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span>3)<span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain dan membawanya agar memahami hikmah tuhan menciptakan makhluk lain, serta memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Setelah mengikuti uraian diatas kiranya dapat diketahui<span> </span>bahwa Filsafat Pendidikan Islam itu merupakan suatu kajian secara filosofis mengenai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al Qur’an dan al Hadist sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli, khususnya para filosof Muslim, sebagai sumber sekunder. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam secara singkat dapat dikatakan adalah filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau filsafat pendidikan yang dijiwai oleh ajaran Islam, jadi ia bukan filsafat yang bercorak liberal, bebas, tanpa batas etika sebagaimana dijumpai dalam pemikiran filsafat pada umumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">C. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau cakupan pembahasannya. Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik. Logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan. Pendapat ini memberi petunjuk bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">D. Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Prof. Mohammad Athiyah abrosyi </span></em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan<span> </span>5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang diuraikan dalam “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yaitu :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">2.<span> </span>Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya sekaligus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">3.<span> </span>Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai ilmu. Dan juga agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai jenisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">4.<span> </span>Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu, supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">5.<span> </span>Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">E. Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sebagai suatu metode, pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanya memerlukan empat hal sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pertama, bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengembangan filsafat pendidikan. Dalam hal ini dapat berupa bahan tertulis, yaitu al Qur’an dan al Hadist yang disertai pendapat para ulama serta para filosof dan lainnya ; dan bahan yang akan di ambil dari pengalaman empirik dalam praktek kependidikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kedua, metode pencarian bahan. Untuk mencari bahan-bahan yang bersifat tertulis dapat dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang masing-masing prosedurnya telah diatur sedemikian rupa. Namun demikian, khusus dalam menggunakan al Qur’an dan al Hadist dapat digunakan jasa Ensiklopedi al Qur’an semacam<em> Mu’jam al Mufahras li Alfazh al Qur’an al Karim </em>karangan Muhammad Fuad Abd Baqi dan <em>Mu’jam al muhfars li Alfazh al Hadist </em>karangan Weinsink.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ketiga, metode pembahasan. Untuk ini Muzayyin Arifin mengajukan alternatif metode analsis-sintesis, yaitu metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logis terhadap sasaran pemikiran secara induktif, dedukatif, dan analisa ilmiah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Keempat, pendekatan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tersebut di atas harus pula dijelaskan pendekatan yang akan digunakan untuk membahas tersebut. Pendekatan ini biasanya diperlukan dalam analisa, dan berhubungan dengan teori-teori keilmuan tertentu yang akan dipilih untuk menjelaskan fenomena tertentu pula. Dalam hubungan ini pendekatan lebih merupakan pisau yang akan digunakan dalam analisa. Ia semacam paradigma (cara pandang) yang akan digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">F. Penutup.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Islam dengan sumber ajarannya al Qur’an dan al Hadist yang diperkaya oleh penafsiran para ulama ternyata telah menunjukkan dengan jelas dan tinggi terhadap berbagai masalah yang terdapat dalam bidang pendidikan. Karenanya tidak heran ntuk kita katakan bahwa secara epistimologis Islam memilki<span> </span>konsep yang khas tentang pendidikan, yakni pendidikan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Demikian pula pemikiran filsafat Islam yang diwariskan para filosof Muslim sangat kaya dengan bahan-bahan yang dijadikan rujukan guna membangun filsafat pendidikan Islam. Konsep ini segera akan memberikan warna tersendiri terhadap dunia pendidikan jika diterapkan secara konsisten.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun demikian adanya pandangan tersebut bukan berarti Islam bersikap ekslusif. Rumusan, ide dan gagasan mengenai kependidikan yang dari luar dapat saja diterima oleh Islam apabila mengandung persamaan dalam hal prinsip, atau paling kurang tidak bertentangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan penggalian secara intensif terhadap apa yang telah dilakukan oleh para ahli, karena apa yang dirumuskan para ahli tidak lebih sebagai bahan perbangdingan, zaman sekarang berbeda dengan zaman mereka dahulu. Karena itu upaya penggalian masalah kependidikan ini tidak boleh terhenti, jika kita sepakat bahwa pendidikan Islam ingin eksis ditengah-tengah percaturan global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:16pt;">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Ahmad Hanafi, M.A., <em>Pengantar Filsafat Islam</em>, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta, 1990.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Prasetya, Drs., <em>Filsafat Pendidikan</em>, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Titus, Smith, Nolan., <em>Persoalan-persoalan Filsafat</em>, Cet. I, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Ali Saifullah H.A., Drs., <em>Antara Filsafat dan Pendidikan</em>, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Zuhairini. Dra, dkk., <em>Filsafat Pendidikan Islam</em></span></strong><em><span>, </span></em><strong><em></em></strong><strong><span>Cet.II<em>, </em>Bumi Aksara, Jakarta, 1995.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Abuddin Nata, M.A., <em>Filsafat Pendidikan Islam, </em>Cet. I, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997</strong><strong><span style="font-size:11pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
</div>
<p class="meta"><span class="date"><a href="http://udhiexz.wordpress.com/2007/12/30/"><span style="color:#226699;"><strong>30- Desember- 2007</strong></span></a><strong> &#8211; <!-- at 1:24 pm --></strong></span><span class="postedby">Ditulis oleh <a title="Tulisan oleh udhiexz" href="http://udhiexz.wordpress.com/author/udhiexz/"><strong><span style="color:#226699;">udhiexz</span></strong></a> | <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Pendidikan" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pendidikan/"><strong><span style="color:#226699;">Pendidikan</span></strong></a> | <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/makalah-pai/"><strong><span style="color:#226699;">makalah PAI</span></strong></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pengertan-filsafat-pendidikan-islam/"><strong><span style="color:#226699;">pengertan filsafat pendidikan islam</span></strong></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/stai/"><strong><span style="color:#226699;">stai</span></strong></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tarbiyah/"><strong><span style="color:#226699;">tarbiyah</span></strong></a>, <a rel="tag" href="http://udhiexz.wordpress.com/tag/uncategorized/"><strong><span style="color:#226699;">Uncategorized</span></strong></a> | <a href="http://udhiexz.wordpress.com/2007/12/30/10/#comments"><strong><span style="color:#226699;">&amp; Komentar</span></strong></a> </span></p>
<h2>&amp; Komentar <a title="Tinggalkan komentar" href="http://dhanidewi.wordpress.com/wp-admin/#postcomment">»</a></h2>
<ol class="snap_preview">
<li>hem enk juga neh tnggal copy beres makalah gw thanks yah<cite><img class="avatar avatar-16" src="http://www.gravatar.com/avatar/49c8a40ad0c099a84f896a4e53286430?s=16&amp;d=identicon" alt="" width="16" height="16" /> Komentar oleh <a rel="external nofollow" href="http://www.baumani.multiply.com/"><strong><span style="color:#226699;">fadhel</span></strong></a> | 30- Desember- 2007 &lt;!&#8211; @ <a href="#comment-3">2:18 pm</a> &#8211;&gt;</cite></li>
<li>ehm….saya baca pemahaman tentang filsafat pendidikan islam kok jadi bingung, sebenarnya filsafat untuk pendidikan islam atau filsafat pendidikan yang islami sich?<cite><img class="avatar avatar-16" src="http://www.gravatar.com/avatar/3c8548ee7df3e32847092f88de858e1e?s=16&amp;d=identicon" alt="" width="16" height="16" /> Komentar oleh <a rel="external nofollow" href="http://yahoo/"><strong><span style="color:#226699;">ibnu achmad</span></strong></a> | 3- Mei- 2008 &lt;!&#8211; @ <a href="#comment-17">3:12 am</a> &#8211;&gt;</cite></li>
<li>Berfilsafat itukan berfikir, rasanya kalau hanya dengan berfikir belum bisa menyentuh nilai pendidikan islam yang aplikatif/praktis.Maka mohon kepada teman-teman Filsafat Pendidikan Islam itu lebih mengarah kepada Filsafat Akhlaq dari pada Filsafat Ilmu.gimanatu ?<cite><img class="avatar avatar-16" src="http://www.gravatar.com/avatar/eed1bac96a998b18d8735ed0c769a0f3?s=16&amp;d=identicon" alt="" width="16" height="16" /> Komentar oleh <a rel="external nofollow" href="http://depagkepri/"><strong><span style="color:#226699;">M.Nasir</span></strong></a> | 5- Mei- 2008 &lt;!&#8211; @ <a href="#comment-19">10:05 am</a> &#8211;&gt;</cite></li>
<li>khususnya bagi saya dengan adanya makalah ini sangat membantu, untuk refenrensi bagi tugas kampus terima kasih<cite><img class="avatar avatar-16" src="http://www.gravatar.com/avatar/486462c546c79d40020da4f8b06c0e5e?s=16&amp;d=identicon" alt="" width="16" height="16" /> Komentar oleh asep manar | 18- Mei- 2008 &lt;!&#8211; @ <a href="#comment-27">5:35 pm</a> &#8211;&gt;</cite></li>
<li>M. Nasir<br />
———-<br />
tunggu tulisan saya selanjutnya,memang filsafat itu luas namanya juga berfikir terus berkembang tanpa batas,yang ada ini cuman kurang dari setitik dari pembahasan filsafat<br />
aku setuju sekali Filsafat Pendidikan Islam itu lebih mengarah kepada Filsafat Akhlaq dari pada Filsafat Ilmu<cite><img class="avatar avatar-udhiexz avatar-16" src="http://a.wordpress.com/avatar/udhiexz-16.jpg" alt="" width="16" height="16" /> Komentar oleh udhiexz | 21- Mei- 2008 &lt;!&#8211; @ <a href="#comment-33">12:49 am</a> &#8211;&gt;</cite></li>
</ol>
<h2>Tinggalkan komentar</h2>
<p>Login sebagai <a href="http://udhiexz.wordpress.com/wp-admin/profile.php"><strong><span style="color:#226699;">dhanidewi</span></strong></a>. <a title="Keluar log dari akun ini" href="http://udhiexz.wordpress.com/wp-login.php?action=logout">Keluar log »</a></p>
<p class="pagenav"><a href="http://udhiexz.wordpress.com/2007/12/30/dikotomi-di-indonesia/"><strong><span style="color:#226699;">« Sebelumnya</span></strong></a> | <a href="http://udhiexz.wordpress.com/2008/02/23/media-pengajaran/"><strong><span style="color:#226699;">Berikutnya »</span></strong></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=11&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/filsafat-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/49c8a40ad0c099a84f896a4e53286430?s=16&#38;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/3c8548ee7df3e32847092f88de858e1e?s=16&#38;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/eed1bac96a998b18d8735ed0c769a0f3?s=16&#38;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/486462c546c79d40020da4f8b06c0e5e?s=16&#38;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/udhiexz-16.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan di Zaman Permulaan Islam</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan di Zaman Permulaan Islam   Sejak abad ke-7 M, lalu lintas perdagangan laut internasional yang melewati wilayah nusantara sudah ramai (dikenal sebagai jalur perdagangan “Po-ssu” atau Persia). Daerah-daerah pesisir yang kala itu merupakan vassal (bawahan) dari kerajaan inti yang terletak di pedalaman, menjadi tempat persinggahan yang menarik bagi para pedagang dari banyak negeri seberang seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=10&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-102" class="post">
<h2 style="text-align:center;"><a title="Baca Pendidikan di Zaman Permulaan Islam" rel="bookmark" href="http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/">Pendidikan di Zaman Permulaan Islam</a></h2>
<p style="text-align:center;"> </p>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p style="text-align:justify;">Sejak abad ke-7 M, lalu lintas perdagangan laut internasional yang melewati wilayah nusantara sudah ramai (dikenal sebagai jalur perdagangan “Po-ssu” atau Persia). Daerah-daerah pesisir yang kala itu merupakan vassal (bawahan) dari kerajaan inti yang terletak di pedalaman, menjadi tempat persinggahan yang menarik bagi para pedagang dari banyak negeri seberang seperti Arab, Persia dan India. Nilai-nilai baru yang dibawa para pedagang muslim semisal dari Gujarat diterima hangat oleh raja-raja pesisir. Sebagaimana kemudian tercatat bahwa kerajaan-kerajaan Islam permulaan di Indonesia muncul di daerah pesisir seperti kerajaan Perlak (1292) dan kerajaan Samudera Pasai (1297). Dari sini pula dapat terbaca bahwa penyebaran Islam di Indonesia bermula dari pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir Sumatera Utara (jalur Selat Malaka) baru kemudian menyebar ke Jawa dan seterusnya ke wilayah Timur Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan Islam di Indonesia pada masa awalnya bersifat informal, yakni melalui interaksi inter-personal yang berlangsung dalam berbagai kesempatan seperti aktivitas perdagangan. Da’wah bil hal atau keteladanan pada konteks ini mempunyai pengaruh besar dalam menarik perhatian dan minat seseorang untuk mengkaji atau memeluk ajaran Islam. Selanjutnya, ketika agama ini kian berkembang, di tiap-tiap desa yang penduduknya telah menjadi muslim umumnya didirikan langgar atau masjid. Fasilitas tersebut bukan hanya sebagai tempat shalat saja, melainkan juga tempat untuk belajar membaca al-Qur’an dan ilmu-ilmu keagamaan yang bersifat elementer lainnya. Metode pembelajaran adalah sorogan (murid secara perorangan atau bergantian belajar kepada guru) dan halaqah atau wetonan (guru mengajar sekelompok murid yang duduk mengitarinya secara kolektif atau bersama-sama). Mereka yang kemudian berkeinginan melanjutkan pendidikannya setelah memperoleh bekal cukup dari langgar/masjid di kampungnya, dapat masuk ke pondok pesantren. Secara tradisional, sebuah pesantren identik dengan kyai (guru/pengasuh), santri (murid), masjid, pemondokan (asrama) dan kitab kuning (referensi atau diktat ajar). Sistem pembelajaran relatif serupa dengan sistem di langgar/masjid, hanya saja materinya kini kian berbobot dan beragam, seperti bahasa dan sastra Arab, tafsir, hadits, fikih, ilmu kalam, tasawuf, tarikh dan lainnya. Di pesantren, seorang santri memang dididik agar dapat menjadi seorang yang pandai (alim) di bidang agama Islam dan selanjutnya dapat menjadi pendakwah atau guru di tengah-tengah masyarakatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kekuasaan politik Islam semakin kokoh dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, pendidikan semakin beroleh perhatian. Contoh paling menarik untuk disebutkan adalah sistem pendidikan Islam yang tampak telah terstruktur dan berjenjang di kerajaan Aceh Darussalam (1511-1874). Secara formal, kerajaan ini membentuk beberapa lembaga yang membidangi masalah pendidikan dan ilmu pengetahuan, yaitu: (1) Balai Seutia Hukama (lembaga ilmu pengetahuan); (2) Balai Seutia Ulama (jawatan pendidikan dan pengajaran); (3) Balai Jamaah Himpunan Ulama (kelompok studi para ulama dan sarjana pemerhati pendidikan). Adapun jenjang pendidikannya dapat disebutkan sebagai berikut: (1) Meunasah (madrasah), berada di tiap kampung. Disini diajarkan materi elementer seperti: menulis dan membaca huruf hijaiyah, dasar-dasar agama, akhlak, sejarah Islam dan bahasa Jawi/Melayu; (2) Rangkang (setingkat MTs), berada di setiap mukim. Disini diajarkan Bahasa Arab, ilmu bumi, sejarah, berhitung (hisab), akhlak, fikih dan lain-lain; (3) Dayah (setingkat MA), berada di setiap ulebalang. Materi pelajarannya meliputi: fikih, Bahasa Arab, tawhid, tasawuf/akhlak, ilmu bumi, sejarah/tata negara, ilmu pasti dan faraid; (4) Dayah Teuku Cik (setingkat perguruan tinggi atau akademi), yang di samping mengajarkan materi-materi serupa dengan Dayah tetapi bobotnya berbeda, diajarkan pula ilmu mantiq, ilmu falaq dan filsafat. Sultan Mahdum Alauddin Muhammad Amin ketika memerintah kerajaan Perlak (1243-1267 M) disebutkan pernah mendirikan majelis ta’lim tinggi, semacam lembaga pendidikan tinggi yang dihadiri oleh para murid yang sudah mendalam ilmunya untuk mengkaji beberapa kitab besar semacam al-Umm karangan Imam Syafi’i. Pembiayaan pendidikan pada masa- tersebut berasal dari kerajaan. Tetapi perlu dicatat disini bahwa hal ini sangat tergantung pada kondisi kerajaan dan faktor siapa yang sedang menjadi raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika era penjajahan dimulai, pendidikan Islam tetap masih dapat berlangsung secara tradisional melalui peran para guru agama baik yang berbasis di langgar atau masjid maupun yang berada di pesantren-pesantren dan madrasah. Sejarah kemudian mencatat bahwa lembaga-lembaga pendidikan Islam ini memberi kontribusi besar dalam kontinuitas proses islamisasi nusantara dan sekaligus membangun kesadaran dan kekuatan resistensi kultural dan politik terhadap penjajahan asing. Pasca konferensi organisasi muslim Indonesia yang mengelola pendidikan pada tahun 1936 di Padang Panjang, disepakati suatu standar umum dari sistem pendidikan Islam ketika itu, yakni: (1) Madrasah Awaliyah 3 tahun; (2) Madrasah Ibtidaiyah 4 tahun; (3) Madrasah Tsanawiyah 3 tahun; (4) Madrasah Muallimin (sekolah guru) 3 tahun; dan (5) Madrasah Islam Tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, pendidikan Islam di masa pra kemerdekaan ini dapat diikhtisarkan mengambil bentuk sebagai berikut: (1) Langgar. Dikelola seorang amil, modin atau lebai yang berfungsi sebagai guru agama sekaligus pemimpin ritual keagamaan di masyarakat. Materi ajar bersifat elementer. Metode pembelajaran sorogan dan halaqah. Tidak ada biaya formal, seringkali hanya berupa pemberian ‘in natura’. Hubungan guru-murid umumnya mendalam dan langgeng. (2) Pesantren. Murid diasramakan di pondok yang dibangun oleh sang guru atau dengan biaya swadaya masyarakat setempat. Ada properti tanah yang dapat dikelola bersama oleh guru dan murid untuk mendanai proses pendidikan. Kekurangan biaya terkadang memaksa santri mencari dana keluar, meminta sumbangan dari umat Islam secara sukarela. Jumlah murid relatif, ada yang banyak ada juga yang sedikit. Tidak ada batasan atau penjenjangan pendidikan yang tegas. Guru tidak digaji secara formal. Murid memberi layanan kepada guru sebagai ganti biaya pendidikan seperi ikut mengelola tanah atau usaha lain milik guru. (3) Madrasah. Pola pendidikan teratur dan berjenjang. Guru menerima imbalan tunai secara tetap. Metode menjadi bersifat klasikal. Pengetahuan umum diajarkan di samping materi-materi ilmu agama.</p>
</div>
</div>
</div>
<p class="navigation"><span class="alignleft">« <a href="http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-hindu-budha/"><span style="color:#515151;">Pendidikan di Zaman Hindu-Budha</span></a></span> <span class="alignright"><a href="http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-kolonial-portugis/"><span style="color:#515151;">Pendidikan di Zaman Kolonial Portugis</span></a> »</span></p>
<p> </p>
<h3>Tindakan</h3>
<ul class="postmetadata">
<li class="with_icon"><img class="icon" src="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/feed-icon-16x16.gif" alt="rss" /> <a href="http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/feed/"><span style="color:#ff3c00;">RSS Komentar</span></a></li>
<li class="with_icon"><img class="icon" src="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/trackback-icon-16x16.gif" alt="trackback" /> <a title="make a trackback" rel="trackback" href="http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/trackback/"><span style="color:#ff3c00;">Lacak balik</span></a></li>
<li class="with_icon"><img class="icon" src="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/edit-icon-16x16.gif" alt="edit" /> </li>
</ul>
<h3>Information</h3>
<ul class="postmetadata">&lt;!&#8211;</p>
<li>Penulis : 3ple</li>
<p>&#8211;&gt;</p>
<li>Tanggal : 6 Juni 2008</li>
<li>Kategori : <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Kependidikan" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kependidikan/"><span style="color:#ff3c00;">Kependidikan</span></a></li>
</ul>
<p><!-- You can start editing here. --></p>
<h3>2 tanggapan ke “Pendidikan di Zaman Permulaan Islam”</h3>
<dl>
<dt><span class="date_day">28</span> <span class="date_month">03</span> <span class="date_year">2008</span> </dt>
<dd>
<div class="comment"><strong><img class="avatar avatar-taufik79 avatar-32" src="http://a.wordpress.com/avatar/taufik79-32.jpg" alt="" width="32" height="32" /> <a rel="external nofollow" href="http://taufik79.wordpress.com/"><span style="color:#515151;">taufik79</span></a></strong> (13:17:07) :</div>
<div class="comment_text">
<p>salam</p></div>
</dd>
<dt><span class="date_day">29</span> <span class="date_month">05</span> <span class="date_year">2008</span> </dt>
<dd>
<div class="comment"><strong><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/ea6b404abc60a8532e5058fa46140b1a?s=32&amp;d=identicon" alt="" width="32" height="32" /> <a rel="external nofollow" href="http://teyukura.blogspot.com/"><span style="color:#515151;">nura</span></a></strong> (06:16:04) :</div>
<div class="comment_text">
<p style="text-align:justify;">aku lagi cari artikel tentang sejarah pendidikan indo pada zaman kemerdekaan RI periode tahun 1946-1966 dan 1966-1998.<br />
kalau punya secepatnya yah!!!!</p>
</div>
</dd>
</dl>
<h3>Tinggalkan komentar</h3>
<p>Login sebagai <a href="http://peziarah.wordpress.com/wp-admin/profile.php"><span style="color:#515151;">dhanidewi</span></a>. <a title="Log out of this account" href="http://peziarah.wordpress.com/wp-login.php?action=logout"><span style="color:#515151;">Keluar log »</span></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=10&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/pendidikan-di-zaman-permulaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/feed-icon-16x16.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/trackback-icon-16x16.gif" medium="image">
			<media:title type="html">trackback</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-content/themes/pub/freshy/images/icons/edit-icon-16x16.gif" medium="image">
			<media:title type="html">edit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/taufik79-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/ea6b404abc60a8532e5058fa46140b1a?s=32&#38;d=identicon" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Islam Peduli Pendidikan</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/islam-peduli-pendidikan/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/islam-peduli-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Islam Peduli Pendidikan Mei 21, 2008 &#60;!&#8211;Ahmad Sahidin&#8211;&#62; Prof.Dr.H.AHMAD TAFSIR Sejarah memperlihatkan bagaimana Rasulullah SAW peduli pada dunia pendidikan. Hal ini tampak dalam pola pendidikan Rasullullah SAW yang membebaskan tawanan perang jika berhasil mengajarkan baca tulis pada pasukan (umat) Islam. Satu tawanan harus bisa mengajarkan sepuluh orang. Tawanan yang mengajarnya pun diperlakukan secara manusiawi. Diberi makan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=9&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="wpcombar" style="z-index:1001;"></div>
<div id="content">
<div class="entry single">
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/21/islam-peduli-pendidikan/">Islam Peduli Pendidikan</a></h2>
<p class="info" style="text-align:center;">Mei 21, 2008<!-- at 4:36 am--> &lt;!&#8211;<em>Ahmad Sahidin</em>&#8211;&gt;</p>
<div class="snap_preview">
<p><strong>Prof.Dr.H.AHMAD TAFSIR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah memperlihatkan bagaimana Rasulullah SAW peduli pada dunia pendidikan. Hal ini tampak dalam pola pendidikan Rasullullah SAW yang membebaskan tawanan perang jika berhasil mengajarkan baca tulis pada pasukan (umat) Islam. Satu tawanan harus bisa mengajarkan sepuluh orang. Tawanan yang mengajarnya pun diperlakukan secara manusiawi. Diberi makan, minum, dan diberi hak untuk berbicara atau meminta pengampunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu bentuk pengampunan yang diberikan Rasulullah SAW adalah memberikan pelajaran baca dan menulis kepada umat Islam, yang ketika itu lebih banyak dari kalangan mustadhafin, orang-orang tertindas, budak-budak, dan orang kampung.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW juga memberikan fatwa atau anjuran tentang wajibnya umat Islam untuk belajar atau menuntut ilmu. Hadits yang terkenal adalah, setiap muslim dan muslimah wajib menuntut ilmu; tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina; menuntut ilmu itu sejak buaian hingga datang saatnya masuk liang lahad (kubur); dan lain sebagainya. Juga dalam wahyu pertama surat Al-Alaq ayat 1-5, terdapat perintah baca atau belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan dalam sejarah, Rasulullah SAW mengajarkan wahyu dari Allah kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Jadi, setiap wahyu yang datang, langsung diajarkan, dihafal dan beliau sendiri mencontohkan pelaksanaannya. Itu pola pendidikan Rasulullah SAW. Di situ ada prinsip-prinsip pendidikan, tapi belum berupa teori. Dan untuk jaman sekarang prinsip-prinsip pendidikan tersebut harus diturunkan menjadi teori.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja bentuk pendidikan yang sistematis pada masa klasik Islam belum ada. Bahkan, kesadaran membukukan hadits dan pelajaran-pelajaran penting belum dilakukan, hanya berupa ujaran dan khutbah atau ta`lim, yang mengandalkan hafalan. Termasuk bangunan untuk belajar pun belum ada, hanya di masjid dan di rumah saja. Munculnya sekolah-sekolah ada pada jaman khalifah al-Makmun, salah satu penguasa Dinasti Abbasiyah, sekitar abad 12-13 Masehi. Kemudian muncul sekolah agama atau madrasah seperti Nizhamiyah dan Al-Mustanshiriyah di Baghdad (Irak), Al-Nuriyah di Damaskus, An-Nashiriyah, dan Al-Azhar di Mesir yang kini dikenal sebagai pusat kajian Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun berdirinya lembaga pendidikan tersebut dikarenakan faktor politik, namun kehadirannya menjadi bukti bahwa umat Islam peduli pada pendidikan. Hal ini dikarenakan adanya dorongan atau perintah menuntut ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan Islam di Indonesia<br />
Di Indonesia lahirnya pendidikan Islam secara formal berlangsung sejak masa pergerakan nasional hingga pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya memang berbentuk pesantren yang didirikan organisasi masyarakat dan keagamaan seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persatuan Islam, Nahdhatul Ulama dan lainnya. Selanjutnya, para pemimpin Islam menyatukan sekolah agama dan umum dalam bentuk madrasah, yang berada di bawah tanggungjawab departemen agama. Hingga kini, bila dilihat memang ada perkembangan, terutama jumlah madrasahnya yang bertambah. Mutu pendidikannya juga berkembang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1985, mencari sekolah Islam atau madrasah yang bagus masih langka. Tapi sekarang banyak. Jumlah sekolah Madrasah Aliyah (setingkat SMA—red) sekarang ini tampaknya semakin diminati. Begitu juga Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP—red) dan Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD—red), terutama di daerah-daerah banyak diminati. Saya mendapatkan data bahwa di daerah Banten, sekolah agama atau madrasah menjadi pilihan pertama sebelum ke sekolah umum negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang secara pukul rata, sekolah Islam (madrasah) masih kalah dengan sekolah Katolik. Masih kalah mutunya. Lihat saja sekolah-sekolah Katolik banyak yang rankingnya di atas rata-rata. Hal ini wajar karena gurunya adalah Pastor-pastor yang mengabdi, lulusan luar negeri, dan meski tidak digajih pun tetap mengajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu kesadaran<br />
Selain faktor mutu, fasilitas, dan pengajarnya, yang menjadi tantangan bagi sekolah Islam dalam bersaing mencetak generasi yang cerdas dan unggulan, adalah tidak adanya kesadaran untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak dhuafa yang berprestasi. Di media massa, kita sering mendengar bahwa banyak yang tidak bisa melanjutkan sekolah akibat ketidakmampuan orangtuanya dalam hal biaya. Saya yakin bahwa umat Islam di Indonesia tidak miskin, hanya enggan berbagi dalam mencerdaskan bangsanya. Buktinya, ada saja yang bolak-balik menunaikan ibadah haji dan umrah.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, bila dana itu dianggarkan untuk pendidikan anak dhuafa, pasti lebih bermanfaat dan bernilai ibadah. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dalam hal dana. Mungkin yang jadi masalah itu, cara umat Islam memanfaatkan uangnya. Kenapa untuk jalan-jalan umrah, haji, haji kedua dan ketiga yang hukumnya sunnah, bisa dilaksanakan. Tapi untuk pendidikan, memberantas kebodohan, atau dana modal untuk usaha kaum miskin, yang bisa dikatakan wajib tidak didahulukan. Ini yang kelirunya. Mereka lebih mendahulukan yang sunnah dan menomor dua-tigakan yang fardhu kifayah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila seperti ini terus, umat Islam dijamin tak maju-maju. Karena itu, bagi yang sering bolak balik ibadah haji dan umrah, saya menyarankan untuk menguranginya dan anggarkan sedikit saja untuk beasiswa. Saya yakin pahalanya lebih besar ketimbang kedua ibadah tersebut. Mari kita mengubah paradigma menggunakan harta, bahwa harta itu sebaiknya untuk pendidikan, beasiswa, dan permodalan usaha kaum dhuafa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prof.Dr.H.AHMAD TAFSIR,<br />
Kelahiran Bengkulu, 19 April 1942. Kini Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati,Bandung. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(naskah ini ditulis oleh AHMAD SAHIDIN dari wawancara beberapa waktu lalu di kampus UIN SGD Bandung)</em></p>
</div>
<p>Entry Filed under: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam reportase" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/reportase/"><span style="color:#6c8c37;">reportase</span></a>. Tag: <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ahmad/"><span style="color:#6c8c37;">ahmad</span></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/islam/"><span style="color:#6c8c37;">islam</span></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/peduli/"><span style="color:#6c8c37;">peduli</span></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pendidikan/"><span style="color:#6c8c37;">pendidikan</span></a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tafsir/"><span style="color:#6c8c37;">tafsir</span></a>.</div>
<p><!-- comments ................................. --></p>
<div id="comments">
<h2>1 Comment <a class="more" href="http://dhanidewi.wordpress.com/wp-admin/#commentform"><span style="font-size:x-small;color:#6c8c37;font-family:Arial;">Add your own</span></a></h2>
<ul class="commentlist snap_preview">
<li class="comment">
<p class="header"><strong><span style="font-family:Georgia;">1.</span></strong> <img class="avatar avatar-asuna17 avatar-32" src="http://a.wordpress.com/avatar/asuna17-32.jpg" alt="" width="32" height="32" /> <a rel="external nofollow" href="http://asuna17.wordpress.com/"><span style="color:#6c8c37;">asuna17</span></a>  |  Mei 22, 2008 at 4:45 am</p>
<p>Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di Social Bookmarking Indonesia <a rel="nofollow" href="http://www.infogue.com/"><span style="color:#6c8c37;">http://www.infoGue.com</span></a> ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.infogue.com/"><span style="color:#6c8c37;">http://www.infogue.com/</span></a><br />
<a rel="nofollow" href="http://pendidikan.infogue.com/islam_peduli_pendidikan"><span style="color:#6c8c37;">http://pendidikan.infogue.com/islam_peduli_pendidikan</span></a></li>
</ul>
<h2>Leave a Comment</h2>
<p class="info">Logged in as <a href="http://altanwir.wordpress.com/wp-admin/profile.php"><span style="color:#6c8c37;">dhanidewi</span></a>. <a title="Keluar log dari akun ini" href="http://altanwir.wordpress.com/wp-login.php?action=logout"><span style="color:#6c8c37;">Logout</span></a>.</p>
<p>Comment</p>
<p><strong>Some HTML allowed:</strong><br />
&lt;a href=&#8221;" title=&#8221;"&gt; &lt;abbr title=&#8221;"&gt; &lt;acronym title=&#8221;"&gt; &lt;b&gt; &lt;blockquote cite=&#8221;"&gt; &lt;cite&gt; &lt;code&gt; &lt;del datetime=&#8221;"&gt; &lt;em&gt; &lt;i&gt; &lt;q cite=&#8221;"&gt; &lt;strike&gt; &lt;strong&gt;</p>
<p><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/21/islam-peduli-pendidikan/trackback/"><span style="color:#6c8c37;">Trackback this post</span></a>  |  <a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/21/islam-peduli-pendidikan/feed/"><span style="color:#6c8c37;">Subscribe to the comments via RSS Feed</span></a></div>
<p><!-- /comments --></p>
<p><!-- /content --><span style="color:#6c8c37;"></p>
<hr class="low" /><!-- subcontent ................................. --></span></p>
<p> </p>
<div id="subcontent">
<h2>Pengarang</h2>
<ul>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/author/hayamkate/"><img class="avatar avatar-hayamkate avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/hayamkate-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> <strong>Ahmad Sahidin</strong></a></li>
</ul>
<div>Search for:</div>
<h2>Tulisan Teratas</h2>
<ul>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/03/25/irgiri-suryatmana-%e2%80%9cguru-itu-harus-berperan-sebagai-fasilitator-motivator-dan-pembangun-team-work-bagi-para-siswa%e2%80%9d/">Ir.Giri Suryatmana: “Guru itu Harus Berperan Sebagai Fasilitator, Motivator, dan Pembangun Team Work Bagi Para Siswa”</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/02/28/dibalik-mitos-sangkuriang/">Dibalik Mitos Sangkuriang </a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/08/konsep-teologi-menurut-murthada-muthahhari/">Konsep Teologi Menurut Murthada Muthahhari</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/03/19/erie-sudewo-%e2%80%9dmengatasi-kemiskinan-tak-lain-bicara-kebijakan-politik%e2%80%9d/">Erie Sudewo: ”Mengatasi Kemiskinan Tak Lain Bicara Kebijakan Politik”</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/04/25/akhlak-dan-ruang-lingkupnya/">Akhlak dan Ruang Lingkupnya</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/27/aminah-binti-wahhab-bunda-tercinta-rasulullah-saw/">Aminah binti Wahhab, Bunda tercinta Rasulullah SAW</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/02/14/karakter-psikososial-korban-bencana/">Karakter Psikososial Korban Bencana</a></li>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/21/islam-peduli-pendidikan/">Islam Peduli Pendidikan</a></li>
</ul>
<h2>Kategori</h2>
<ul>
<li class="cat-item cat-item-131672"><a title="Lihat seluruh tulisan dalam balaghah" href="http://altanwir.wordpress.com/category/balaghah/">balaghah</a></li>
<li class="cat-item cat-item-50992"><a title="Lihat seluruh tulisan dalam jurnalisme" href="http://altanwir.wordpress.com/category/jurnalisme/">jurnalisme</a></li>
<li class="cat-item cat-item-1757844"><a title="Lihat seluruh tulisan dalam mukasyafah" href="http://altanwir.wordpress.com/category/mukasyafah/">mukasyafah</a></li>
<li class="cat-item cat-item-2691598"><a title="Lihat seluruh tulisan dalam muthahhari" href="http://altanwir.wordpress.com/category/muthahhari/">muthahhari</a></li>
<li class="cat-item cat-item-576810"><a title="Lihat seluruh tulisan dalam reportase" href="http://altanwir.wordpress.com/category/reportase/">reportase</a></li>
</ul>
<h2>Meta</h2>
<ul>
<li><a href="http://altanwir.wordpress.com/wp-admin/">Admin Situs</a></li>
<li><a href="http://dhanidewi.wordpress.com/wp-login.php?action=logout&amp;redirect_to=http://altanwir.wordpress.com%2F2008%2F05%2F21%2Fislam-peduli-pendidikan%2F">Keluar log</a></li>
<li><a title="Sindikasikan situs ini menggunakan RSS 2.0" href="http://altanwir.wordpress.com/feed/"><abbr title="Really Simple Syndication" />RSS Entri</a></li>
<li><a title="Komentar-komentar terakhir pada seluruh tulisan dalam RSS" href="http://altanwir.wordpress.com/comments/feed/"><abbr title="Really Simple Syndication" />RSS Komentar</a></li>
<li><a title="Didukung oleh WordPress, state-of-the-art semantic personal publishing platform." href="http://wordpress.org/">WordPress.org</a></li>
</ul>
<h2>situs pencerahan</h2>
<ul>
<li><a href="http://abatasya.net/">abatasya</a></li>
<li><a href="http://g13b.situsgd.web.id/">aki icon sgd</a></li>
<li><a href="http://www.ghifarie.web.id/">ibnu-ghifarie</a></li>
<li><a href="http://icc-jakarta.com/">icc-jakarta</a></li>
<li><a href="http://www.islamalternatif.net/">islam alternatif</a></li>
<li><a href="http://www.islammuhammadi.com/">islam muhammadi</a></li>
<li><a href="http://muhsinlabib.wordpress.com/">islam protes</a></li>
<li><a href="http://jalal-center.cpm/">jalal-center</a></li>
<li><a href="http://www.jurnalislam.net/">jurnal islam</a></li>
<li><a href="http://adilnews.com/">majalah adil</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=9&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/06/03/islam-peduli-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/asuna17-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/hayamkate-48.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bantuan Dana</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/bantuan-dana/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/bantuan-dana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 10:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Bantuan Dana Buat membantu Mereka &#8221; kekayaan bukanlah segala-galanya. kalau saja harta kita tidak pernah sedikitpun disisihkan kepada orang-orang yang tidak mampu dan anak yatim. Harta tidak akan membawa kita masuk kedalam surganya Allah. justru dengan orang tergila-gila dengan harta, kadar Keimanan seseorang akan menjadi buta. untuk itu, melalui tulisan ini, saya berharap para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=4&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>&#8221; Bantuan Dana Buat membantu Mereka &#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;">kekayaan bukanlah segala-galanya. kalau saja harta kita tidak pernah sedikitpun disisihkan kepada orang-orang yang tidak mampu dan anak yatim. Harta tidak akan membawa kita masuk kedalam surganya Allah. justru dengan orang tergila-gila dengan harta, kadar Keimanan seseorang akan menjadi buta. untuk itu, melalui tulisan ini, saya berharap para pembaca yang budiman bisa membantu orang-orang yang lemah dan tidak mampu, serta kepada anak-anak fakir Miskin dan yatim Piatu. Dengan memberikan bantuan anda, berarti anda sudah membantu dan menolong mereka. untuk itu, salurkan bantuan Anda Melalui ke: </p>
<p style="text-align:center;">Bank MEGA Capem Jatinegara</p>
<p style="text-align:center;">No.Rekening : 010430020522289 </p>
<p style="text-align:center;">Insya Allah, amal ibadah kita akan dicatat oleh Allah swt. dan digolongkan akan masuk syurganya Allah SWT bersama orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Amin..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=4&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/bantuan-dana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat</title>
		<link>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/malaikat/</link>
		<comments>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 09:42:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanidewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanidewi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[MALAIKAT Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bersifat gaib, diciptakan dari nur (cahaya), selalu taat, tunduk, dan patuh pada Allah SWT, tidak pernah ingkar janji kepada-Nya, dan tidak membutuhkan makan dan minum ataupun tidur. Mereka tidak mempunyai keinginan apa pun yang bersifat fisik dan juga kebutuhan yang bersifat materiil. Mereka menghabiskan waktu siang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=3&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MALAIKAT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bersifat gaib, diciptakan dari <span style="color:#ff0080;">nur</span> (cahaya), selalu taat, tunduk, dan patuh pada Allah SWT, tidak pernah ingkar janji kepada-Nya, dan tidak membutuhkan makan dan minum ataupun tidur.<br />
Mereka tidak mempunyai keinginan apa pun yang bersifat fisik dan juga kebutuhan yang bersifat materiil. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengabdi kepada Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang menyebutkan tentang malaikat antara lain terdapat dalam surat:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Al-Baqarah</em>: 177 dan 285</li>
<li><em>Ãli-&#8217;Imrân</em>: 39, 42, 124, dan 125</li>
<li><em>An-Nisâ</em>: 97 dan 172</li>
<li><em>Al-Anfâl</em>: 9 dan 12</li>
<li><em>Al-Hijr</em>: 8</li>
<li><em>Al-Anbiyâ</em>: 19-20</li>
<li><em>Al-Ahzâb</em>: 56</li>
<li><em>Asy-Syûrâ</em>: 5</li>
<li><em>At-Tahrîm</em>: 4 dan 6</li>
<li><em>Al-Ma&#8217;ârij</em>: 4</li>
</ul>
<h2 style="text-align:justify;">Sifat-sifat Malaikat</h2>
<p style="text-align:justify;">Dari beberapa keterangan dapat disimpulkan bahwa malaikat adalah makhluk Allah SWT dengan sifat-sifat sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Diciptakan dari <em>nur</em> (cahaya)</li>
<li>Semuanya taat dan berbakti pada Allah SWT</li>
<li>Tidak berjenis lelaki maupun perempuan</li>
<li>Tidak membutuhkan makan, minum, maupun sarana-sarana fisik lainnya</li>
<li>Tidak akan mati sebelum datangnya hari kiamat. Karena itu jumlahnya tidak dapat bertambah atau berkurang.</li>
<li>Gaib, tidak dapat dilihat oleh manusia biasa</li>
<li>Tidak pernah mengingkari Allah SWT dan berbuat dosa kepada-Nya</li>
<li>Hanya mengerjakan apa yang diperintahkan dan tidak ada inisiatif untuk berbuat yang lain</li>
<li>Diciptakan Allah SWT dengan tugas-tugas tertentu</li>
</ol>
<h2 style="text-align:justify;">Iman Kepada Malaikat</h2>
<p style="text-align:justify;">Dalam Islam, Iman kepada malaikat adalah salah satu Rukun Iman. Iman kepada malaikat adalah percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat Allah SWT benar-benar ada. Keberadaan malaikat bersifat gaib, artinya tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi keberadaannya dapat diketahui dan dipahami, seperti adanya wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul tsb menerima wahyu melalui perantara malaikat Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Iman kepada malaikat adalah Rukun Iman yang ke-2. Rukun Iman yang jumlahnya ada 6 merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, juga tidak dapat dipilih-pilih. Sehingga tidak disebut orang beriman jika tidak meyakini salah satu dari Rukum Iman tsb. Dalam H.R. Muslim, Rasulullah bersabda:</p>
<blockquote><p>&#8220;Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhirat, serta engkau beriman kepada takdir baik maupun buruk.&#8221; <strong>(H.R. Muslim)</strong></p></blockquote>
<h2 style="text-align:justify;">Tugas dan Nama Malaikat</h2>
<p style="text-align:justify;">Jumlah malaikat sangat banyak, tidak dapat diketahui secara pasti. Namun ada 10 malaikat yang wajib kita imani sebagi seorang Muslim. Kesepuluh malaikat tsb beserta tugasnya adalah sebagai berikut:</p>
<dl>
<dt>Jibril </dt>
<dd>Menyampaikan wahyu kepada para rasul dan nabi </dd>
<dt>Mikail </dt>
<dd>Membagi rezeki kepada semua makhluk, termasuk memberi makan, minum, dan menurunkan hujan </dd>
<dt>Izrail </dt>
<dd>Mencabut roh atau nyawa semua makhluk apabila sudah tiba saatnya. </dd>
<dt>Israfil </dt>
<dd>Meniup sangkakala (terompet) jika telah sampai saatnya hari kiamat. </dd>
<dt>Raqib </dt>
<dd>Mencatat setiap kebaikan dan amal baik manusia </dd>
<dt>Atid </dt>
<dd>Mencatat setiap kejahatan dan amal buruk manusia </dd>
<dt>Munkar dan Nakir </dt>
<dd>Memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang yang ada dalam kubur </dd>
<dt>Malik </dt>
<dd>Menjaga pintu neraka </dd>
<dt>Ridwan </dt>
<dd>Menjaga pintu syurga </dd>
</dl>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhanidewi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhanidewi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanidewi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanidewi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanidewi.wordpress.com&amp;blog=3763283&amp;post=3&amp;subd=dhanidewi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanidewi.wordpress.com/2008/05/18/malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c2f95d86fc2b309a0cc5722e952e83?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanidewi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
